Skin barrier atau lapisan pelindung kulit berperan sebagai garis pertahanan terluar tubuh. Lapisan ini membantu melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal sekaligus menjaga kelembapan, termasuk mencegah air di dalam tubuh keluar dan menguap. Namun, fungsi tersebut dapat terganggu oleh kebiasaan perawatan kulit maupun kondisi lingkungan sehari-hari.
Dikutip dari Healthline dan Cleveland Clinic, gangguan pada skin barrier dapat berkaitan dengan sejumlah kebiasaan berikut. Beberapa di antaranya kerap dilakukan dengan tujuan menjaga kebersihan atau kesehatan kulit, tetapi berisiko menimbulkan masalah apabila dilakukan secara berlebihan.
Kebiasaan saat merawat kulit
1. Terlalu sering mencuci wajah
Mencuci wajah secara berulang atau overwashing dapat mengganggu keseimbangan lipid pada lapisan kulit. Dampaknya, kulit lebih berisiko menjadi kering dan mengalami iritasi. Sensasi wajah yang terasa kencang atau tertarik setelah dicuci juga dapat menjadi tanda bahwa lapisan pelindung kulit mulai terganggu, terutama jika kondisi tersebut sering muncul.
2. Berlebihan saat melakukan eksfoliasi
Eksfoliasi memang dilakukan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, frekuensi yang terlalu sering atau overexfoliation justru dapat membuat kulit mengalami iritasi dan menjadi lebih sensitif. Alih-alih mendukung kondisi kulit, kebiasaan tersebut dapat memberi tekanan berlebih pada lapisan pelindungnya.
3. Menggunakan sabun atau bahan yang terlalu keras
Sabun yang bersifat alkali dan paparan bahan kimia keras dapat memengaruhi skin barrier. Produk dengan kandungan atau sifat yang terlalu keras berisiko mengganggu lapisan pelindung kulit, sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami masalah.
4. Melewatkan penggunaan pelembap
Kelembapan merupakan bagian penting dari fungsi skin barrier. Ketika kulit tidak memperoleh kelembapan yang cukup, lapisan pelindung tersebut dapat ikut terganggu. Karena itu, tidak menggunakan pelembap menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan dalam rutinitas perawatan kulit.
Faktor gesekan dan paparan dari luar
5. Terlalu sering menggosok kulit
Menggosok atau melakukan scrubbing secara berlebihan dapat menimbulkan tekanan dan gesekan pada permukaan kulit. Kebiasaan ini berisiko merusak skin barrier dan membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
6. Terlalu banyak terpapar sinar matahari
Kulit setiap hari berhadapan dengan berbagai faktor dari lingkungan, termasuk sinar matahari. Paparan yang terlalu banyak dapat memengaruhi kondisi skin barrier. Oleh sebab itu, perlindungan dari paparan sinar matahari menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lapisan pelindung kulit.
7. Mengabaikan kondisi lingkungan
Skin barrier tidak hanya dipengaruhi oleh produk yang digunakan. Lingkungan yang terlalu kering atau terlalu lembap, serta paparan polusi, alergen, dan iritan, juga dapat memberi tekanan pada lapisan pelindung kulit.
Rangkaian kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa perawatan skin barrier berkaitan dengan cara membersihkan, melembapkan, dan memperlakukan kulit, sekaligus dengan lingkungan tempat seseorang beraktivitas.





