Prabowo: Indonesia Siap Mengirim Pasukan Perdamaian ke Gaza untuk Mempertahankan Gencatan Senjata – Berita Waspada Online

by -49 Views

Singapura, Waspada.co.id – Presiden Terpilih dan Menteri Pertahanan, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Republik Indonesia siap mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk menegakkan gencatan senjata di Gaza, Palestina, jika diperlukan. Prabowo menyebut proposal tiga fase gencatan senjata di Gaza yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai langkah yang positif.

“Jika diperlukan dan diminta oleh PBB, kami siap menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk memelihara dan memantau prospek gencatan senjata ini serta memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua pihak,” ujar Prabowo saat menjadi pembicara dalam acara Shangri-La Dialogue ke-21 di Singapura, Sabtu (1/6/2024).

Menurut Prabowo, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepadanya untuk mengumumkan bahwa Indonesia juga siap “mengevakuasi, menerima, dan merawat hingga 1.000 pasien dengan perawatan medis” dari Gaza. Dia menyebut bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang dijalankan oleh LSM Indonesia, telah ditutup pada November 2023 akibat serangan Israel ke wilayah Palestina.

Prabowo juga menekankan pentingnya melakukan investigasi menyeluruh terhadap bencana kemanusiaan di Rafah, Gaza, serta mencari “solusi adil” untuk situasi di Palestina. “Ini bukan hanya tentang hak Israel untuk hidup, tetapi juga hak rakyat Palestina untuk memiliki tanah air dan negara mereka sendiri, serta hidup dalam damai,” ujar Prabowo.

Menempatkan pasukan di Gaza bukanlah masalah logistik yang sulit bagi TNI, mengingat saat ini Indonesia sudah menempatkan prajurit di perbatasan Lebanon dengan Israel. Pasukan Garuda yang tergabung dalam satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R/UNIFIL di bawah pimpinan Kolonel Inf Ragung Ismail Akbar telah tiba di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Jumat (9/3/2024).

Ada 850 personel Pasukan Garuda yang saat ini ditempatkan di lokasi tersebut. Mereka terbagi menjadi 6 kompi, termasuk Masatgas, Kompi Bantuan, dan lainnya, dengan sebagian besar berada di pos-pos UNP di Lebanon. Terdapat 810 Prajurit Pria dan 40 Prajurit Wanita TNI dalam pasukan tersebut, menurut Indonesia Armed Forces Peacekeeping Center. (Republika/d1)