Mantan Perdana Menteri Israel Mengajukan Penggulingan Benjamin Netanyahu – Waspada Online

by -40 Views

Waspada.co.id – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert telah mengeluarkan seruan untuk menggulingkan pemerintahan pendudukan saat ini yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia menekankan perlunya mengakhiri perang di Gaza. Olmert juga mencatat bahwa Hamas berhasil bertahan setelah sembilan bulan berperang.

Olmert sebelumnya mengkritik keputusan evakuasi pemukiman di wilayah utara Palestina yang diduduki. Dia menggambarkannya sebagai ‘histeria’ dan mengaitkannya dengan kepanikan dalam pemerintahan Netanyahu.

Dalam wawancara dengan Israel Channel 12 yang dikutip Al-Mayadeen, Olmert mendeskripsikan pemerintahan saat ini sebagai pemerintahan yang tidak tahu harus berbuat apa dan tidak mampu membuat keputusan. Dia menegaskan bahwa pemerintahan tersebut beroperasi tanpa perencanaan atau persiapan strategis. Pemerintahan Israel disebut tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan yang diperlukan untuk mengakhiri perang.

Dua hari sebelumnya, situs berita Mako Israel melaporkan bahwa konflik antara Netanyahu dan Gallant hanya salah satu dari banyak konflik yang dialami perdana menteri dengan anggota koalisinya yang berkuasa.

Laman tersebut juga mengungkapkan bahwa Menteri Kepolisian Itamar Ben-Gvir mengancam Netanyahu bahwa ia akan “ditinggalkan sendirian” jika tidak dilibatkan dalam diskusi penting mengenai gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan. Ben-Gvir mengatakan dalam sesi kabinet, “Saya tahu pertemuan sebenarnya akan segera berlangsung setelah kami selesai.”

Kegagalan Israel mendorong kembali pembicaraan gencatan senjata. Wall Street Journal melaporkan bahwa pergeseran dalam perhitungan medan perang Israel telah membuat para analis menyimpulkan bahwa militer Israel dan lembaga keamanan mendorong pemerintah Israel yang dipimpin Netanyahu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Perlawanan Palestina.

“Pembicaraan dengan suasana positif seputar gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan di Jalur Gaza, yang didukung oleh umpan balik dari Hamas, telah menjadi fokus dalam diskusi mengenai perang Israel di Gaza,” tulis Wall Street Journal.

Namun, umpan balik positif dari Hamas bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kembalinya pembicaraan gencatan senjata. Diplomasi itu telah bersikap positif dan fleksibel selama proses negosiasi yang dimediasi. (republika.co.id)