Eropa Mengikuti Cina dalam Pengisian Daya Listrik Megawatt

by -199 Views

Eropa sedang bersiap memasuki fase baru dalam pengisian daya mobil listrik. Setelah China lebih dulu memperlihatkan bagaimana pengisian megawatt bisa memangkas waktu tunggu secara drastis, kini giliran benua tersebut mengejar teknologi yang sama. Ionity, operator jaringan pengisian daya yang didukung sejumlah produsen mobil besar, akan mulai menghadirkan stasiun pengisian megawatt di Eropa pada paruh kedua tahun ini.

Dari 350 kW ke Megawatt

Selama ini, Ionity dikenal sebagai salah satu pemain penting di pasar pengisian ultra-cepat Eropa dengan lebih dari 5.000 titik pengisian yang mampu menyalurkan daya hingga 350 kilowatt. Namun, standar itu segera terdorong naik lewat penggunaan sistem HYC 1000 buatan Alpitronic. Teknologi ini diklaim dapat mengalirkan daya hingga 600 kW ke kendaraan yang terhubung.

Di atas kertas, angka tersebut terdengar sangat besar. Akan tetapi, belum ada mobil listrik yang saat ini dijual di pasar Eropa yang benar-benar sanggup menerima daya setinggi itu. Karena itu, Ionity menyiapkan pengaturan daya secara dinamis bila beberapa kendaraan terhubung ke satu stasiun yang sama, sehingga pasokan tetap dibagi sesuai kebutuhan masing-masing mobil.

Pengisian yang Makin Mendekati Praktik Isi BBM

Ionity menyebut, mobil listrik yang kompatibel dengan sistem baru ini bisa menambah jarak tempuh hingga 186 mil atau sekitar 300 kilometer hanya dalam delapan menit. Bagi pengemudi, terutama yang sering menempuh perjalanan jauh, kecepatan seperti ini membuat pengisian daya listrik terasa makin mendekati kebiasaan mengisi bahan bakar konvensional.

Selama ini, waktu pengisian masih menjadi salah satu alasan utama sebagian orang ragu beralih ke kendaraan listrik. Karena itu, hadirnya infrastruktur megawatt dipandang sebagai langkah penting untuk mengurangi jeda perjalanan dan memperkuat daya tarik mobil listrik di pasar Eropa.

Ionity Perluas Jangkauan Lewat Spark Alliance

Langkah Ionity juga datang bersamaan dengan kerja sama baru bersama tiga operator pengisian daya ultra-cepat lainnya dalam sebuah aliansi bernama Spark Alliance. Jaringan ini disebut sebagai jaringan pengisian daya cepat DC terbesar di Eropa.

Melalui aliansi tersebut, pengemudi kendaraan listrik dapat menggunakan satu aplikasi untuk mengakses lebih dari 1.700 stasiun dengan total 11.000 kios pengisian. Perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik di Eropa tidak lagi sekadar mengejar kebutuhan dasar, melainkan mulai membangun fondasi yang jauh lebih siap untuk permintaan masa depan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.