Prabowo Soroti “Bandung Spirit” di KTT BRICS, Tegaskan Tolak Perang dan Standar Ganda
Presiden RI Prabowo Subianto membawa pesan yang cukup tegas saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7). Di hadapan para pemimpin negara anggota, ia menekankan kembali pentingnya semangat Bandung sebagai pijakan dalam membangun kerja sama internasional yang lebih adil dan damai.
Pesan Indonesia: Perdamaian, Hukum Internasional, dan Anti-Standar Ganda
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hukum internasional dalam forum tersebut. Menurut Airlangga, Prabowo juga dengan jelas menolak perang serta penggunaan standar ganda dalam melihat berbagai konflik global.
Dalam pandangan Indonesia, lanjutnya, forum seperti BRICS semestinya tidak hanya menjadi ruang ekonomi dan politik, tetapi juga wadah untuk memperkuat prinsip-prinsip yang selama ini diperjuangkan negara-negara berkembang. Karena itu, pesan “Bandung spirit” dinilai relevan untuk terus diangkat, terutama ketika dunia masih diwarnai ketegangan dan ketidakadilan dalam hubungan internasional.
Brasil Sambut Gagasan Bandung
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menambahkan, semangat Bandung tidak hanya disuarakan Indonesia, tetapi juga mendapat sambutan hangat dari tuan rumah. Brasil disebut berharap BRICS dapat menghidupkan kembali semangat Bandung untuk mendorong kemajuan negara-negara berkembang.
Menurut Arrmanatha, kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh dalam forum ini juga mendapat respons positif dari para peserta. Hal itu menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung masih memiliki daya hidup, terutama ketika dibawa ke panggung diplomasi yang lebih luas seperti BRICS.
Palestina dan Multilateralisme Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, Prabowo juga menyinggung pentingnya hubungan terhadap Palestina. Sikap itu mempertegas posisi Indonesia yang konsisten mendorong penyelesaian damai melalui multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Di tengah dinamika geopolitik yang makin rumit, pesan yang dibawa Prabowo di Rio de Janeiro memberi sinyal bahwa Indonesia ingin BRICS tidak sekadar menjadi blok kekuatan baru, tetapi juga ruang untuk menghidupkan kembali prinsip keadilan, perdamaian, dan solidaritas antarnegara berkembang.
Source link

