Ferrari Bantah Isu Penundaan Mobil Listrik Kedua, Tetap Jalan Sesuai Rencana
Ferrari menepis kabar yang menyebut perusahaan itu menunda proyek mobil listrik keduanya hingga 2028. Di tengah spekulasi yang beredar, pabrikan asal Maranello itu menegaskan bahwa tidak ada perubahan jadwal untuk model listrik pertamanya, yang justru menjadi tonggak baru dalam sejarah merek kuda jingkrak tersebut.
Peluncuran Dimulai dari “Jantung Teknologi”
Mobil listrik perdana Ferrari akan diperkenalkan secara bertahap. Rangkaian awalnya dimulai pada Hari Pasar Modal, 9 Oktober, lewat pembukaan apa yang disebut perusahaan sebagai “jantung teknologi”. Setelah itu, Ferrari akan menampilkan konsep desain interior pada awal 2026, sebelum debut penuh dilakukan pada akhir tahun yang sama.
Meski detail teknis dan harga resmi belum diumumkan, model ini diperkirakan akan dipasarkan dengan banderol di atas 500.000 dolar AS. Ferrari belum membuka angka pastinya, namun ekspektasi pasar sudah tinggi mengingat posisi merek ini di segmen mobil performa premium.
Vigna Bantah Kabar Mobil Listrik Kedua Ditunda
Dalam panggilan pendapatan kuartal II 2025, CEO Ferrari Benedetto Vigna menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah mengonfirmasi keberadaan mobil listrik kedua atau ketiga. Karena itu, ia menyebut rumor penundaan model berikutnya tidak punya dasar yang jelas.
Vigna juga menekankan bahwa Ferrari tetap percaya diri dengan proyek mobil listrik pertamanya. Menurut dia, tidak ada penundaan dalam jadwal peluncuran yang sudah disiapkan, meski rincian lanjutan masih disimpan rapat oleh perusahaan.
Target Elektrifikasi Ferrari Tetap Tidak Bergeser
Ferrari tetap memegang target jangka panjang untuk 2030: 40 persen penjualan berasal dari mobil listrik, 40 persen dari mobil hibrida, dan 20 persen sisanya dari mesin pembakaran murni. Komposisi ini menunjukkan bahwa Ferrari tidak meninggalkan mesin konvensional secara total, melainkan mengatur transisi secara bertahap.
Di saat Lamborghini menunda peluncuran Lanzador hingga 2029, Ferrari memilih untuk tetap melangkah sesuai jadwalnya sendiri dengan peluncuran mobil listrik pada 2026. Di tengah keraguan sejumlah merek seperti Koenigsegg dan Pagani soal penerimaan pasar terhadap mobil listrik, Ferrari justru mempertahankan keyakinan bahwa arah elektrifikasi adalah langkah yang tepat menuju mobilitas masa depan yang lebih berkelanjutan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.





