Pentingnya Peran Keluarga dalam Mendukung Program PHTC
Pemerintah tengah menempatkan pembangunan keluarga sebagai titik awal dari berbagai program cepat hasil terbaik atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang mulai berjalan sejak Januari. Di tengah dorongan itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Chacha Annisa, menegaskan bahwa program-program tersebut bukan sekadar deretan agenda kerja, melainkan wujud kehadiran negara yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Keluarga Jadi Penentu Efektivitas Program
Dalam diskusi Double Check bertema Peran Pembangunan Keluarga Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045, Chacha menyoroti bahwa manfaat PHTC akan lebih terasa bila keluarga ikut terlibat aktif. Program seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, dan berbagai inisiatif lain yang sudah diluncurkan memang dirancang untuk memberi dampak langsung. Namun, tanpa dukungan rumah tangga, hasilnya tidak akan maksimal.
Ia menilai peran orang tua sangat menentukan, terutama dalam memastikan anak-anak mengikuti program yang disediakan pemerintah. Menurutnya, sebuah kebijakan bisa saja sudah disusun dengan baik, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada respons keluarga di lapangan. Dari sini, dukungan paling dasar justru menjadi faktor paling penting agar tujuan program benar-benar tercapai.
Pengalaman di Lapangan Menunjukkan Peran Orang Tua
Chacha mengaku sempat memantau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di sejumlah sekolah bersama Kementerian Kesehatan. Dari pengalaman itu, ia melihat bahwa keterlibatan keluarga tidak berhenti pada memberi izin kepada anak, tetapi juga mencakup dorongan agar mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Ia juga menilai program-program tersebut membawa dampak sosial yang positif bagi anak-anak. Saat mengikuti kegiatan bersama teman sebaya, mereka disebut bisa merasakan semangat kompetitif yang sehat. Bagi Chacha, efek seperti ini menjadi nilai tambah yang tidak kalah penting dibanding manfaat utama program yang memang ditujukan untuk kebutuhan dasar masyarakat.
Data PHTC Dinilai Bukan Sekadar Angka
Dalam paparannya, Chacha turut menyinggung capaian PHTC yang tercermin dari sejumlah data, mulai dari jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis, pendaftaran dan pemeriksaan pada Cek Kesehatan Gratis, hingga perkembangan Sekolah Rakyat dan Kopdeskel Merah Putih. Ia menekankan bahwa angka-angka itu tidak boleh dibaca sebatas statistik administratif.
Menurutnya, deretan capaian tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program yang menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat. Lebih dari itu, capaian itu juga menjadi tanda bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada kebijakan di atas kertas, tetapi hadir lewat layanan yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga di berbagai lapisan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

