Rama Samtama Putra: Jejak Pengabdian di Banyuwangi

by -184 Views

Rama Samtama Putra dan Jejak Pengabdian yang Tertinggal di Banyuwangi

Selama satu tahun tiga bulan memimpin Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. meninggalkan kesan yang tidak dibangun lewat pencitraan, melainkan lewat kerja yang konsisten. Di tengah wilayah dengan mobilitas tinggi, geliat pariwisata yang terus bergerak, dan dinamika sosial yang cukup padat, Rama tampil sebagai sosok yang menempatkan pengabdian sebagai inti kepemimpinan.

Sejak awal bertugas, arah itu sudah terasa. Saat mendapat pertanyaan dari Hakim Said, S.H., Founder dan Ketua Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi, Rama menjawab dengan tegas dan lugas, tanpa banyak putaran. Dari situ, publik membaca bahwa pendekatannya bukan gaya seremonial, melainkan kerja yang langsung ke sasaran.

Kamtibmas Banyuwangi Tetap Stabil di Tengah Dinamika Daerah

Selama masa jabatannya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Banyuwangi relatif terjaga. Ini menjadi salah satu catatan penting dalam kepemimpinan Rama, terutama karena daerah tersebut punya ritme kehidupan yang bergerak cepat dan kebutuhan koordinasi yang tidak sederhana.

Namun, Rama tidak memandang stabilitas itu sebagai keberhasilan satu institusi semata. Baginya, ketenangan di Banyuwangi lahir dari kerja bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga. Cara pandang ini menunjukkan bahwa pengamanan wilayah tidak hanya soal penindakan, tetapi juga soal membangun kepercayaan dan menjaga komunikasi agar tetap terbuka.

Kepemimpinan yang Merangkul, Bukan Menjaga Jarak

Selama bertugas, Rama dikenal membawa gaya kepemimpinan yang terbuka dan siap menjalin komunikasi lintas sektor. Dalam praktiknya, pendekatan seperti ini penting karena menjaga stabilitas wilayah tidak bisa dilakukan dengan pola kerja yang tertutup. Ia justru menempatkan kolaborasi sebagai bagian dari strategi menjaga Banyuwangi tetap kondusif.

Jejak kepemimpinannya memperlihatkan bahwa aparat keamanan tidak selalu harus tampil keras untuk dianggap hadir. Dalam kasus Rama, kekuatan justru terlihat dari konsistensi, kedekatan dengan lingkungan, dan kesediaan untuk bekerja bersama berbagai unsur masyarakat. Di titik itu, pengabdian menjadi nilai yang paling menonjol dari masa tugasnya.

Warisan yang Dibaca dari Cara Bekerja

Karena itu, masa jabatan Rama di Banyuwangi tidak sekadar dipahami sebagai rotasi penugasan biasa. Lebih dari itu, periode tersebut meninggalkan catatan tentang bagaimana kepemimpinan bisa dijalankan dengan tenang, terbuka, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.