Jakarta (ANTARA) – Chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin sering digunakan sebagai tempat bercerita dan mencari dukungan emosional. Meski demikian, terdapat risiko tertentu yang perlu dipertimbangkan ketika membagikan masalah pribadi kepada AI.
Risiko Privasi dan Keandalan Respons
Kelebihan chatbot dalam merespons percakapan dengan bahasa alami membuat pengguna merasa nyaman menceritakan masalah pribadi. Namun, informasi yang dibagikan kepada chatbot dapat bersifat sangat sensitif, seperti nama lengkap, alamat, masalah keluarga, kesehatan mental, dan lainnya.
Menurut kajian yang diterbitkan di Nature Computational Science, penggunaan AI untuk kesehatan mental membawa masalah privasi yang penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, pengguna perlu waspada terhadap informasi yang mereka bagikan kepada chatbot.
Respon Chatbot yang Tidak Selalu Akurat
Salah satu risiko lain menggunakan chatbot adalah kemungkinan respons yang terdengar masuk akal namun tidak selalu benar. Kajian di npj Digital Medicine menemukan berbagai persoalan terkait informasi yang keliru, respons yang terlalu menyetujui pengguna, bias, dan risiko keamanan data.
Hal ini membuktikan bahwa meskipun chatbot dapat memberikan respon empatik, bukan berarti mereka benar-benar memahami kondisi pengguna dari segi klinis.
Manfaatkan dengan Bijak
AI dapat membantu dalam menyusun pikiran, mencari informasi, atau menyediakan perspektif awal sebelum berkonsultasi dengan profesional. Namun, penting bagi pengguna untuk tetap memahami batasan penggunaan chatbot dalam hal privasi dan keandalan informasi.
Kendalikan Informasi yang Dibagikan
Untuk mengurangi risiko, pengguna sebaiknya tidak membagikan informasi pribadi yang tidak diperlukan kepada chatbot. Hindari memberikan data sensitif seperti nomor identitas, alamat lengkap, kata sandi, informasi rekening, dan sebagainya jika tidak benar-benar diperlukan.
Sebaiknya gunakan identitas yang di-samarkan saat bercerita, misalnya dengan mengganti nama orang atau lokasi spesifik dengan istilah umum. Dengan begitu, pengguna dapat tetap mendapatkan bantuan tanpa mengungkapkan terlalu banyak informasi pribadi.
Periksa Kebijakan Privasi
Sebelum menggunakan chatbot untuk masalah sensitif, penting bagi pengguna untuk membaca kebijakan privasi dan pengaturan data yang berlaku. Hal ini membantu dalam memahami bagaimana percakapan dan data pengguna diperlakukan oleh layanan chatbot yang digunakan.
Dengan memahami batasan, risiko, dan kebijakan privasi, pengguna dapat memanfaatkan chatbot dengan bijak tanpa mengorbankan privasi atau keandalan informasi yang dibagikan.





