5 Bahaya Etomidate dalam Vape bagi Tubuh, Wajib Waspada

by -63 Views

Peredaran rokok elektronik yang mengandung etomidate terungkap di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat penyitaan 8.276,15 mililiter etomidate dan 3.485 cartridge vape dari 26 kasus selama tahun ini.

Pengungkapan lain dilakukan Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada September 2026. Polisi membongkar jaringan yang melibatkan warga negara China berinisial XC serta dua warga Indonesia, RR dan RN. Kasus tersebut menambah perhatian terhadap penyalahgunaan etomidate, yang semestinya digunakan dalam prosedur medis, melalui perangkat vape.

Etomidate bukan untuk rokok elektronik

Etomidate merupakan obat yang digunakan untuk membantu induksi anestesi umum. Dalam praktik medis, obat ini diberikan melalui suntikan intravena oleh tenaga kesehatan terlatih karena dapat memengaruhi kesadaran dan sejumlah fungsi tubuh.

Pemberian etomidate di fasilitas medis dilakukan dengan dosis dan tata cara yang terukur. Zat tersebut tidak diperuntukkan bagi penggunaan melalui rokok elektronik. Pada produk vape ilegal, jumlah dan konsentrasi etomidate yang masuk ke tubuh melalui setiap hisapan juga tidak dapat dipastikan.

Perbedaan itu membuat penggunaan etomidate melalui vape memiliki risiko tersendiri. Pengguna tidak berada dalam pemantauan medis seperti pasien yang menerima obat tersebut dalam prosedur anestesi.

Risiko terhadap tubuh

Salah satu bahayanya berkaitan dengan sistem pernapasan. Dalam penggunaan medis, etomidate dapat menyebabkan hipoventilasi atau penurunan ventilasi, apnea atau berhentinya napas sementara, serta laringospasme yang dapat mengganggu jalan napas.

Obat ini juga bekerja pada sistem saraf pusat dan memiliki efek anestesi. Jika digunakan di luar pengawasan medis, etomidate dapat menurunkan kesadaran secara tidak diinginkan. Ketidakpastian takaran dalam vape ilegal membuat risiko tersebut semakin sulit diperkirakan.

Etomidate diketahui dapat menghambat produksi kortisol dengan memengaruhi enzim pada kelenjar adrenal. Paparan berulang berpotensi menekan fungsi adrenal dan mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan tubuh.

Penggunaan vape yang mengandung etomidate juga dikaitkan dengan gangguan elektrolit. Salah satu laporan medis menemukan hipokalemia, yaitu kondisi ketika kadar kalium dalam tubuh sangat rendah. Keadaan tersebut dapat memengaruhi fungsi otot dan berbagai sistem tubuh sehingga memerlukan penanganan medis.

Pada paparan berlebihan, etomidate dapat menimbulkan efek yang lebih berat, termasuk hipotensi serta gangguan pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Kandungan produk ilegal yang tidak terawasi membuat tingkat risikonya semakin sulit ditentukan.

Pengawasan pemerintah

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Juni 2026 telah mengingatkan masyarakat mengenai perkembangan narkoba jenis baru, termasuk penyalahgunaan vape sebagai media zat berbahaya. BPOM menyebut produk yang tampak biasa dapat dimanfaatkan untuk menyelundupkan atau menyalahgunakan zat berbahaya.

Pada September 2026, BPOM menyatakan siap membantu kepolisian melalui pengujian kandungan etomidate dan pemberian keterangan ahli jika diperlukan. Masyarakat diminta mewaspadai cairan maupun cartridge vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya, karena etomidate bukan zat yang dirancang untuk digunakan melalui rokok elektronik.

Source link