Diduga Ada Peran Oknum dalam Pengadaan Minyak Pertamina – Waspada Online

by -243 Views

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, bersama dengan Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat, menyoroti kontrak kerjasama pengadaan minyak mentah antara Pertamina dan perusahaan minyak Irak, State Organization for Marketing of Oil (SOMO). Mereka mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam menginstruksikan Tim Pidsus Kejaksaan Agung untuk menyelidiki kasus permainan impor minyak di Pertamina dan menyerukan agar semua pihak terlibat ditindak secara adil.

Yusri dan Mirah Sumirat mengklaim bahwa penyelesaian kasus ini merupakan hal penting, dan jika tidak dapat diselesaikan dengan baik oleh Jaksa Agung dan Jampidsus, mereka mendesak untuk mengundurkan diri. Selain itu, mereka juga akan mengajak ribuan pekerja untuk melakukan unjuk rasa di Kejaksaan Agung sebagai bentuk protes terhadap permainan mafia dalam sektor BBM.

Selain itu, Yusri juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap Tata Kelola Impor, Tata Kelola Organisasi, General Terms & Condition Impor Minyak Mentah, dan upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan kilang Pertamina. Mereka menyoroti perpanjangan kontrak antara SOMO dan Pertamina yang dapat menimbulkan dugaan ketidakwajaran dalam proses kontrak tersebut.

Yusri juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proses penandatanganan kontrak antara Pertamina dan SOMO pada tahun 2012 yang menimbulkan pertanyaan. Berbagai kepentingan politik dan korporasi tampaknya turut terlibat dalam kasus ini, yang menciptakan kerugian besar bagi negara. Yusri dan Mirah Sumirat juga mendorong agar Presiden Prabowo Subianto memerintahkan lembaga terkait untuk menyelidiki secara menyeluruh campur tangan mafia migas dan praktik korupsi yang merugikan negara.

Source link