Prabowo Prioritizes Indonesian Workers in U.S. Tariff Talks

by -211 Views

Prabowo Tegaskan Prioritas Utama dalam Negosiasi Tarif AS: Lindungi Pekerja Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap langkah pemerintah Indonesia dalam negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat telah dihitung secara matang. Di tengah tekanan perdagangan global, ia menempatkan satu hal di urutan teratas: perlindungan bagi rakyat Indonesia, terutama para pekerja.

Negosiasi yang Ketat, Tapi Tetap Didorong Kepentingan Nasional

Prabowo mengatakan pemerintah tidak masuk ke meja perundingan dengan sikap gegabah. Menurutnya, seluruh faktor sudah dipertimbangkan sebelum Indonesia berunding untuk menurunkan tarif impor dari 32% menjadi 19%. Ia menekankan bahwa hasil pembicaraan tidak boleh mengorbankan kepentingan tenaga kerja dalam negeri.

“Kami telah melakukan semua perhitungan. Kami telah melakukan negosiasi. Yang terpenting bagi saya adalah rakyat saya. Saya harus melindungi pekerja kita,” ujar Prabowo kepada wartawan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16 Juli).

Dalam pernyataannya, Presiden juga memberi sinyal bahwa Indonesia tidak mengambil posisi lemah. Ia menyebut tawaran yang dibawa pemerintah sudah berada pada batas yang dianggap aman, sehingga tidak ada ruang untuk memberikan lebih jauh.

“Kami telah mengambil posisi. Ini adalah tawaran kami—kami tidak bisa memberikan lebih. Tetapi yang paling penting adalah agar pekerja kita tetap dilindungi,” tegasnya.

Ekonomi Disebut Masih Tangguh Menghadapi Gejolak Global

Di tengah ketidakpastian perdagangan internasional, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat. Ia menilai fondasi ekonomi nasional cukup tangguh untuk menghadapi tekanan eksternal, termasuk ketegangan dagang yang masih berlangsung.

“Saya sangat optimis. Ekonomi kita dalam posisi yang kuat. Apapun yang terjadi, kita akan tetap stabil,” katanya.

Kesepakatan Dinilai Lahir dari Saling Paham Kepentingan

Prabowo menggambarkan pembicaraan tarif dengan Amerika Serikat sebagai proses yang keras, tetapi tetap menghasilkan titik temu. Menurutnya, kesepakatan bisa tercapai ketika kedua pihak mulai memahami kepentingan strategis masing-masing.

“Kami mulai memahami prioritas mereka, dan mereka mulai memahami prioritas kita. Itulah mengapa kita mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Ia juga menyebut tarif berhasil ditekan dari 32% menjadi 19% setelah rangkaian negosiasi yang masih terus berjalan. Prabowo bahkan mengaku sempat berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump, yang ia sebut sebagai negosiator yang keras.

“Tarif telah diturunkan dari 32% menjadi 19%. Saya terus melakukan negosiasi—saya memberitahu [Presiden AS Donald] Trump, yang memang merupakan seorang negosiator yang cukup keras,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan perdagangan, termasuk penurunan tarif atas barang-barang Indonesia menjadi 19%.

Source link