Pesan Paskibraka Papua untuk Prabowo: Membanggakan Negara!

by -241 Views

Dua pelajar asal Papua, Franciscus Sakfiris Pahabolisage dan Stincek Laramiapa, membawa cerita yang lebih besar dari sekadar tugas upacara ketika melangkah ke Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya hadir sebagai bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT ke-80 RI bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Di balik seragam putih dan barisan yang rapi, ada rasa haru, bangga, dan perjuangan panjang yang akhirnya berbuah kesempatan bersejarah.

Impian yang lama diperjuangkan

Franciscus, yang mewakili Provinsi Papua Pegunungan, mengaku sangat bersyukur bisa lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional. Baginya, tampil di Istana Merdeka bukan perkara biasa, melainkan pencapaian yang selama ini hanya ia bayangkan. Ia menuturkan bahwa proses seleksi yang dilalui tidak mudah, termasuk tantangan fisik yang menguras tenaga dan ketahanan mental. Namun, semua itu terbayar ketika namanya resmi dinyatakan lolos dan dipercaya mengemban tugas pada upacara kenegaraan tersebut.

Di sisi lain, Stincek Laramiapa yang mewakili Provinsi Papua Tengah juga menyimpan semangat yang sama. Ia menyampaikan tekad untuk memberikan yang terbaik selama menjalankan amanah sebagai anggota Paskibraka. Meski sempat diliputi rasa gugup, Stincek tetap merasa bahagia karena bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dalam momen yang menurutnya sangat bersejarah.

Membawa nama Papua di panggung nasional

Bagi Franciscus dan Stincek, kehadiran mereka di Paskibraka Nasional bukan hanya soal kebanggaan pribadi. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi cara untuk menunjukkan bahwa pelajar dari Papua juga mampu berdiri sejajar di tingkat nasional. Mereka memandang kepercayaan yang diberikan sebagai kehormatan besar yang ikut membawa nama baik daerah asal masing-masing.

Keduanya juga berharap bisa menjalin kebersamaan yang baik dengan peserta lain dari berbagai provinsi. Pengalaman ini, bagi mereka, bukan sekadar tentang mengibarkan bendera, tetapi juga tentang disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama dalam satu barisan yang sama.

Lebih dari seremoni kemerdekaan

Di Istana Merdeka, momen itu menjadi penanda bahwa perjalanan panjang para pelajar terpilih tidak berhenti pada seleksi. Ada nilai yang lebih dalam: tentang ketekunan, keberanian, dan kesempatan untuk tampil di hadapan negara. Franciscus dan Stincek datang bukan hanya sebagai wakil daerah, tetapi juga sebagai simbol harapan bahwa kerja keras bisa membawa anak muda Papua berdiri di panggung nasional dengan kepala tegak.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.