7 Tips Menjaga Pakaian agar Tidak Bau Apek di Musim Hujan

by -68 Views

Musim hujan membuat pakaian lebih sulit kering karena sinar matahari terbatas dan udara cenderung lembap. Jika dibiarkan terlalu lama dalam kondisi basah, pakaian dapat mengeluarkan bau apek. Aroma ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa kelembapan telah memicu pertumbuhan jamur atau mikroorganisme tertentu.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyebut bau apek sebagai salah satu indikasi pertumbuhan jamur. Karena itu, menjaga pakaian tetap segar tidak cukup dilakukan dengan menambahkan pewangi. Sumber kelembapan harus dikurangi sejak pakaian selesai dicuci hingga disimpan di dalam lemari.

Segera keringkan pakaian dan atur sirkulasi udara

Pakaian yang baru selesai dicuci sebaiknya segera dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering. Jangan membiarkannya menumpuk terlalu lama di dalam mesin cuci yang tertutup dan lembap. Pakaian yang basah karena kehujanan juga sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke keranjang cucian. Segera cuci, atau setidaknya gantung hingga tidak lagi basah.

Saat menjemur di dalam rumah, pilih ruangan dengan ventilasi baik. Beri jarak antara pakaian agar udara bisa mengalir di sela-sela kain. Kipas angin dapat membantu mempercepat pergerakan udara, tetapi pastikan kelembapan ruangan tetap terkendali. EPA merekomendasikan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen jika memungkinkan.

Pakaian yang tampak kering di permukaan belum tentu benar-benar kering. Periksa bagian tebal dan berlipat, seperti kerah, saku, jahitan, serta lipatan celana. Jika masih terasa dingin atau lembap, lanjutkan pengeringan. EPA menyarankan material yang basah dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

Mesin pengering bisa menjadi pilihan ketika hujan turun sepanjang hari. Namun, perhatikan label perawatan karena tidak semua kain tahan terhadap panas tinggi. Bila digunakan di dalam rumah, sistem pembuangan udaranya harus dipasang sesuai petunjuk. Mesin pengering tanpa ventilasi ke luar dapat meningkatkan kelembapan ruangan dan berkontribusi terhadap masalah jamur.

Periksa mesin cuci, lemari, dan kebiasaan mencuci

Bau pada pakaian juga dapat berasal dari mesin cuci. Sisa deterjen, kotoran, dan air yang tertinggal bisa menimbulkan aroma tidak sedap yang kemudian menempel pada pakaian. Bersihkan mesin secara rutin sesuai petunjuk produsen. Setelah digunakan, biarkan bagian dalamnya mendapat sirkulasi udara dan jangan selalu menutupnya rapat jika kondisi memungkinkan.

Lemari yang terlalu penuh turut menghambat pergerakan udara. Sisakan ruang di antara pakaian dan jangan menyimpan pakaian yang masih lembap. Pintu lemari dapat dibuka sesekali agar udara berganti, terutama jika ruangan cenderung lembap. Bila bau apek muncul, periksa juga keranjang pakaian, mesin cuci, lemari, dan kondisi ruangan, bukan hanya menyemprotkan pewangi.

Jumlah cucian sebaiknya disesuaikan dengan ruang pengeringan yang tersedia. Mencuci terlalu banyak sekaligus dapat membuat pakaian tergantung terlalu rapat dan memperpanjang waktu pengeringan. Saat pakaian sudah telanjur berbau apek, cuci kembali lalu pastikan benar-benar kering sebelum dilipat. Jika bau terus muncul atau jamur terlihat jelas pada kain, sumber kelembapan perlu ditangani dengan lebih serius.

Source link